![]() |
| Bupati Blora Arief Rohman saat pimpinan rakor penanganan covid-19 |
CENTRALBATAM.CO.ID,-BLORA
–Bupati
Blora menegaskan agar tidak ada pasien di ruang IGD yang terlantar. Hal ini
disampaikan saat dirinya melakukan pemeriksaan di RSUD Blora, Kamis (17/6)
malam.
Selain dirinya, Wakil Bupati Blora dan Satgas
Covid-19 bersama unsur TNI-Polri juga turut mendampangi orang nomor satu itu.
“Selasa kemarin (18/6) sudah saya cek langsung ke
IGD RSUD Blora, ada yang masih di luar IGD untuk antri menunggu diagnosa. Sampai
hari ini juga masih ada laporan seperti itu. Tolong SOP nya dibenahi, jangan
terulang lagi. Kesannya pasien ditelantarkan. Ini urusan nyawa,” tegas Bupati.
Selain itu, ia juga meminta agar penambahan ruang
isolasi pasien Covid-19 di kedua RSUD bisa segera diselesaikan.
“Banyak juga laporan RSUD penuh, baik Blora maupun
Cepu. Tolong segera ditambah ruangan nya. Kami minta penambahan bisa segera
selesai dua hingga tiga hari lagi,” lanjutnya,
Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Blora, Tri
Yuli Setyowati. Ia mengatakan, pihaknya sempat datang pada siang harinya dan
datang langsung ke RSUD Blora dan melihat masih ada pasien yang menunggu
penanganan di luar IGD.
“Saya trenyuh, naluri saya sebagai seorang ibu
tersentuh. Kami minta agar petugas segera membawa masuk dan menanganinya.
Meskipun antri, jangan dibiarkan diluar begitu saja,” ujar Tri Yuli Setyowati.
Setelah berdiskusi dengan seluruh peserta rapat,
Bupati dan jajaran menyepakati agar RSUD Blora dan RSUD Cepu bisa menyediakan
2/3 jumlah tempat tidurnya untuk pasien Covid-19 karena rata-rata pasien umum
(non Covid-19) jumlahnya hanya 1/3 dari kapasitas rumah sakit.
“Saat ini pasien Covid-19 terus bertambah. Kita
sepakati bahwa 2/3 kapasitas tempat tidur sesegera mungkin disiapkan untuk
pasien Covid-19. Secepatnya, teknisnya tolong diatur agar bisa segera
dilaksanakan,” ucap Bupati.
Direktur RSUD Blora, dr. Nugroho Adiwarso, Sp.OG
menyatakan bahwa pihaknya akan mengupayakan penambahan tempat tidur untuk
pasien Covid-19 agar mencapai 85 hingga 90.
“Saat ini ada 55 dan sudah terisi 51 pasien. Proses
penambahan akan terus kita upayakan sesuai petunjuk Bapak Bupatidan Bu Wakil,”
ujarnya.
Begitu juga dengan direktur RSUD Cepu, dr. Fathkur
Rokhim akan segera mengusahakan penambahan tempat tidur menjadi 80. Sedangkan
untuk tempat isolasi terpusat bagi OTG, Pemkab menambahkan satu lokasi lagi di
Hotel Mega Bintang Cepu, yang mana per hari ini sudah ada 31 pasien yang
menempati.
Untuk diketahui, per 17 Juni 2021 jumlah kasus
Covid-19 di Kabupaten Blora berdasarkan data monitoring yang disampaikan Plt.
Kepala Dinas Kesehatan, Edy Widayat, S.Pd., M.H., M.Kes menunjukkan kasus
positif sebanyak 8056 (ada penambahan 126 kasus dalam sehari). Yang mana 7008
diantaranya sudah dinyatakan sembuh, 574 isolasi mandiri, 57 dirawat di rumah sakit,
dan 417 meninggal. (Riyan)
